Soft Skills lebih terasah ....membuka jalan karir di perusahaan asing   

Ketika saya berkuliah di IBMT, saya pribadi belum sempat merasakan perbedaan dan manfaat lebih di banding kuliah di tempat lain.
Saya benar benar merasakan nya ketika saya terjun di dunia kerja terutama di luar negeri.
Tempat bekerja saya ( kebanyakan fortune 500 companies), seperti : Accenture, Honeywell, Microsoft. Disini saya merasa ilmu yang saya pelajari di IBMT sangat terpakai, terutama di soft skills - bagaimana me-manage anak buah, bagaimana cara membawa speech dalam bahasa inggris dan mandarin, bagaimana membawa diri ketika ada sebuah permasalahan.

Sehingga, ketika saya diterima bekerja di Shanghai di perusahaan asing, saya merasa sangat confidence dalam berinteraksi dengan para manager yang rata rata adalah orang asing.

Jadi, saya yakin IBMT bisa menghasilkan para calon sarjana dengan kualitas yang sangat bersaing dengan seluruh jajaran top universitas di seluruh dunia !

JIA YOU , IBMT !

Steven Panjaya
Project Leader, Community & Online Support (Wicresoft, Microsoft )

 

 

 

Institusi pendidikan yang  “Majemuk” dan “Sersan”

IBMT merupakan sebuah institusi pendidikan yang "Majemuk" dan "Sersan". Majemuk karena siswanya terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, etnis, agama, bahkan Negara. Sedangkan Sersan karena materi yang serius pun bisa diberikan dengan lebih santai, dengan demikian siswa dapat menyesuaikan diri dalam mengejar pendidikan yang diharapkan. Go forward ! Go Forward artinya dengan para dosen  yang memadai tidak perlu ragu belajar / menimba ilmu di IBMT.

Panjang Gunawan

Dosen Tamu IBMT/ Executive Marketing Director PT. Coronet Crown


Serious and always fun in IBMT International University 

Selama di IBMT, saya belajar banyak tentang dunia kerja di bidang design management sehingga

Saya memiliki wawasan yang semakin luas dan mampu mengerjakan berbagai macam project secara

Individual maupun teamwork. Saya senang dengan suasana belajar di dalam kelas yang competitive,

Serious and always fun.

Daniel Anthony Gunawan (Current IBMT Student)

SMAK Gloria, Surabaya


Mengenal potensi dalam negeri maupun luar negeri 

Menurut saya, IBMT mempunyai program yang terpadu antara management dan teknologi. Didukung kerjasama IBMT dengan universitas ternama luar negeri, membuat mahasiswa tidak hanya mengenal potensi dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Dengan kompetensinya, saya yakin IBMT bisa bersaing.

(Partner Industri)

Ir. Hie Tek Un, MBA

Plant Manager PT. Dempo Laser Metalindo

 

 

Wawasan bertaraf internasional menambah kepercayaan diri untuk berbisnis

Saya bersyukur kuliah di IBMT. Sejak lulus tahun 2001, saya langsung membuka usaha sendiri.

Berkat wawasan bertaraf internasional, saya menjadi percaya diri dan memiliki 6 perusahaan

Dengan 100 pekerja. 

Terima kasih IBMT!!!! Terima kasih juga untuk para dosen

 

Adhi Santoso (Alumni IBMT)

 

CEO PT. Makassar Indonesia

 


Kiat Hemat Studi S1 ke Luar Negeri

Helen Sumarto, Class of 2004

IBMT menawarkan cara smart untuk menyelesaikan studi S1 di luar negeri dengan biaya yang hemat. Melalui 2+2 Transfer program mahasiswa dapat menempuh studi 2 tahun pertama di IBMT kemudian 2 tahun berikutnya mereka dapat meneruskan studi ke beberapa Universitas di Amerika, Kanada dan Australia. Dengan cara ini mereka dapat menghemat biaya studi sekitar 50% dibandingkandtudo langsung ke luar negeri dari tahun pertama. Selama 2 tahun pertama di IBMT, mahasiswa mendapatkan mata kuliah dasar (General Education) yang merupakan prasyarat dasar dari berbagai konsentrasi studi di beberapa universitas di berbagai negara tersebut.

Manfaat ini yang dirasakan oleh Helen Adisumarto. "Banyak mata kuliah yang saya ambil di IBMT, dapat langsung di-transfer ke Indiana jadi saya nggak perlu mengulang dari awal tapi langsung melanjutkan kuliah saya di Indiana University Bloomington USA untuk jurusan Finance berkat program ini" cetus alumnus SMUK Frateran ini. Lebih lanjut Helem memaparkan selama berkuliah di IBMT nilau TOEFL nya pun meningkat dari 590 menjadi 623 berkat penggunaan textbook dan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Selain hemat, program ini juga sangat membantu mahasiswa yang berencana melanjutkan studi S1 di luar negeri dengan pengenalan budaya luar melalui mata kuliah seperti Cross Culture Understanding.


 

Kuliah di IBMT, Belum Lulus Sudah Dapat Kerja

 

Elisa, Class of 2003

Untuk memulai bekerja, tidak harus menunggu sampai lulus sarjana. Meski belum lulus, bila sudah memiliki bekal dan kemampuan untuk bekerja pasti kita akan diterima bekerja. Hal ini dibuktikan Elisa, yang telah berhasil menduduki posisi sebagai corporate secretary Star Air. Meski belum lulus meraih gelar sarjana ekonomi (S.E), Elisa sudah dipercaya menduduki posisinya sekarang. Hal ini tentu saja karena dara ayu ini dinilai memiliki kemampuan yang mumpuni. "Saya bersyukur, meskipun belum meraih sarjana, sudah mendapat pekerjaan dengan posisi yang bagus".

Alumni IBMT ini mengaku senang karena tidak salah pilih kuliah di IBMT. Terbukti meski tugas sehari-harinya tidak langsung berhubungan dengan jurusan manajemen, dia tidak kesulitan menjalankan pekerjaannya. "Hal ini karena selama kuliah di IBMT ada banyak mata kuliah yang justru sangat aplikatif dengan dengan karirnya sebagai Corporate Secretary", tutur lulusan SMU St. Paulus Jember ini. Elisa memaparkan, mata kuliah terapan seperti: Business Communication Skills, Professional Development dan Organizational Behaviour yang diperolehnya selama kuliah di IBMT sangat membantu sekarang. Apalagi bahasa pengantar kuliahnya adalah bahasa inggris, bahasa yang sudah menjadi bahasa dunia.


 

Gaya Proses Belajar-Mangajar yang Sangat Berbeda

 

Fransiskus Gunawan, Class of 2001

Masih muda namun telah berhasil menduduki posisi manager, itulah sekelumit gambaran tentang Gunawan, mahasiswa lulusan IBMT International University. Ia sekarang tercatat sebagai Purchasing Manager di Surabaya Plaza Hotel. Menurut pengakuannya, Surabaya Plaza Hotel telah memintanya untuk menjadi asisten manajer sewaktu ia menginjak semester empat dan satu setengah tahun kemudian tepatnya ketika Guanwan memasuki semester ketujuh, dia diangkat sebagai Purchasing Manager di hotel tersebut. Ketika ditanya mengenai IBMT, dengan senyum simpul Gunawan mengatakan "Aku milih IBMT pada saat itu ibarat Sambil Menyelam Minum Air. Aku dapat ilmu bisnis manajemen, dan bahasa inggrisnya sebagai bahasa pengantar sangat mengasah kemampuan komunikasi bisnis saya juga".

"Selain itu, dengan small-class size nya, terjalin komunikasi antara dosen dan mahasiswa secara maksimal" Apalagi, lanjutnya, dosen yang mengajar kebanyakan praktisi yang kompeten dalam dunia usaha. Sehingga aku dapat menimba ilmu dari pengalaman mereka melanglang buana. "Yang tidak kalah pentingnya adalah proses belajar-mengajar yang tidak seperti yang dilakukan di institusi yang lain, hanya satu arah. Di sini, selain dua arah yang intens, juga FUN", ujarnya sambil kembali tersenyum.

 

Share/Save/Bookmark
 


Another Titles: