Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan meluncurkan Presidential Scholarship, program beasiswa prestisius atas inisiatif   yang diberikan pemerintah Indonesia bagi warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S-2) dan doktor (S-3) di perguruan tinggi di luar negeri.

Tujuan Presidential Scholarship adalah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkemampuan mumpuni dalam berbagai bidang, khususnya untuk menyambut Indonesia emas tahun 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia.

Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana LPDP, Mokhamad Mahdum  menyebutkan, pendaftaran serta manajemen pengelolaan Presidential Scholarship dilakukan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).  Ia mengungkapkan, sebelum mendaftar, calon pelamar Presidential Scholarship terlebih dahulu harus telah diterima di perguruan tinggi luar negeri yang masuk peringkat 50 perguruan tinggi terbaik di dunia. Mereka juga harus memiliki nilai TOEFL IBT minimal 94, atau nilai IELTS minimal 7.

Mahdum menjelaskan, bagi pelamar program magister, maksimal berusia 35 tahun, sedangkan pelamar program doktor maksimal berusia 40 tahun pada tanggal penutupan pendaftaran, yaitu 14 April 2014.

Sementara beberapa bidang yang menjadi prioritas program studi dalam Presidential Scholarship, kata Mahdum,  adalah teknologi, energi, pangan, ekonomi, hukum, pertahanan, budaya, hubungan internasional, dan ekonomi kreatif. “Target peserta adalah 100 orang per tahun,” ujarnya.

Disebutkan Mahdum, proses seleksi pada penerimaan beasiswa Presidential Scholarship ini akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu administrasi, wawancara (termasuk di dalamnya leadership group discussion), dan pelatihan kepemimpinan selama 40 hari. Dalam proses seleksi, tim panelis dan tim juri yang akan melakukan penilaian.

“Tim panelis terdiri dari profesor-profesor dari Ditjen Dikti dan psikolog. Sedangkan tim juri terdiri dari perwakilan tentara, pemerintah, kaum profesional, dan tokoh masyarakat,” jelas Mahdum.

Ia mengungkapkan, Presiden RI, siapapun presidennya, akan terlibat minimal dua kali dalam kegiatan Presidential Scholarship. Pertama, saat pembukaan program pelatihan kepemimpinan. Dalam pembukaan tersebut, Presiden RI akan memberikan kuliah umum presiden (presiden lecture). Kedua, saat pelepasan para penerima beasiswa untuk berangkat ke kampusnya masing-masing di luar negeri.

“Pelatihan kepemimpinan akan berlangsung pada 20 Mei 2014. Sedangkan pelepasan oleh presiden pada 18 Agustus 2014,” terang Mahdum.

Bidik Misi

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan bahwa pada Rabu (2/4) pemerintah juga akan meluncurkan program beasiswa bagi penerima Bidik Misi yang akan melanjutkan pendidikan ke pascasarjana.

“Insya Allah nanti tanggal 2 April 2014, kami akan luncurkan beasiswa bagi adik-adik penerima Bidik Misi yang sudah lulus untuk melanjutkan ke strata 2 (S-2) maupun S-3,” katanya di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya usai menyampaikan orasi ilmiah Dies Natalis Ke-49 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di auditorium universitas konservasi tersebut.

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menjelaskan pemberian beasiswa Bidik Misi lanjutan itu dimaksudkan untuk mengapresiasi para penerima Bidik Misi S-1 yang berprestasi.

“Sekaligus kami ingin membuktikan bahwa orang-orang yang berasal dari keluarga tidak mampu, ternyata bisa (menempuh pendidikan, red.) sampai menjadi magister, bisa sampai doktor,” katanya.

Pemberian beasiswa Bidik Misi untuk menempuh program pendidikan pascasarjana itu diberikan untuk mereka yang akan meneruskan kuliah ke perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

“Sehingga dalam lima tahun nanti akan ada ribuan anak-anak Indonesia yang bisa mengenyam pendidikan magister dan doktor, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri,” katanya,

Untuk tahap awal, kata dia, kuota beasiswa Bidik Misi untuk melanjutkan ke pendidikan pascasarjana itu akan diberikan kepada sekitar 100 mahasiswa, dan setelah itu akan terus ditingkatkan.

“Ini bukan untuk mereka (mahasiswa, red.) sendiri. Namun, ini untuk bangsa. Kalau dilihat jumlah doktor di Indonesia memang mengalami kenaikan, sudah lumayan. Tapi masih kurang,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah membuka akses beasiswa Bidik Misi lanjutan untuk mengafirmasi para penerima beasiswa tersebut yang berprestasi untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

“Selain itu masih ada beasiswa  lagi. Jadi nanti ada tiga, pertama afirmasi untuk anak-anak Bidik Misi ini, lalu beasiswa bagi yang diterima di 50 perguruan tinggi top dunia,” katanya.

Ketiga, kata Nuh, beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi mana pun yang memiliki nilai akreditasi bagus yang sekaligus bakal diluncurkan oleh Presiden. (WID/Humas Mendikbud/ES)

PAPARAN PELUNCURAN BEASISWA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (BPRI)

Lampiran: 
 
Informasi Terkait :

Garuda 2045: Beasiswa Presiden Republik Indonesia

1. Overview

Garuda 2045: “Beasiswa Presiden Republik Indonesia” adalah program beasiswa magister & doktor yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia melalui LPDP dengan menggunakan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh LPDP bekerjasama dengan pihak Kepresidenan RI untuk menempuh studi pada perguruan tinggi terbaik di dunia.

“Beasiswa Presiden Republik Indonesia” (BPRI) bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia melalui SDM yang berkualitas baik sebagai pemimpin maupun ilmuwan di berbagai bidang dalam rangka menyiapkan Indonesia negara yang maju pada 100 tahun kemerdekaan RI pada tahun 2045.

Melekatnya Lembaga Kepresidenan dalam program beasiswa ini merupakan wujud komitmen tertinggi pemerintah Indonesia terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

2. Persyaratan Pendaftar

1. Warga Negara Indonesia,
2. riwayat riset untuk kluster ilmuwan, serta riwayat kepemimpinan untuk kluster pemimpin, di bidangnya masing-masing,
3. IPK minimal 3,5 & minimal TOEFL iBT: 94 – ITP – 587 – IELTS: 7; atau mempunyai Letter of Acceptance (LOA) dari 50 kampus terbaik dunia,
4. telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh di bidangnya/pimpinan di unit kerjanya,
5. membuat perencanaan karier & pengabdian pascastudi minimal 10 tahun & tahapan realisasinya,
6. usia maksimal 35 tahun (S2) & 40 tahun (S3).

3. Komponen Pembiayaan

Komponen pembiayaan BPRI pada dasarnya sama dengan komponen pembiayaan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) meliputi:

1. Biaya Pendidikan

a. pendaftaran (at cost),
b. tuition fee (termasuk biaya matrikulasi nonbahasa (at cost)),
c. non-SPP (tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda).

2. Biaya Pendukung

a. transportasi PP (at cost),
b. asuransi (paket),
c. visa (at cost),
d. tunjangan hidup,
e. tunjangan kedatangan,
f. tunjangan keluarga (2 orang),
g. keadaan darurat.

Tambahan pembiayaan BPRI
a. biaya pelatihan/short course,
b. insentif dana penelitian (analog dengan peringkat kampus di BPI)

4. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran beasiswa untuk program BPRI dibuka sekali setiap tahun.

Unduh dalam bentuk pdf di sini

Unduh poster di sini

Pendaftaran Online

Berita terkait :

Selasa, 01/04/2014 17:16 WIB

Ingin Daftar Beasiswa Presiden RI? Ini Syaratnya

Indah Mutiara Kami – detikNews

Jakarta – Kemendikbud meluncurkan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI) bagi mereka yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 ke 50 perguruan tertinggi dunia secara gratis. Bila Anda atau kerabat Anda berminat, segera persiapkan syaratnya karena batas akhir pendaftaran untuk tahun ini jatuh pada 20 April 2014.

“Siapa pun boleh daftar tapi usianya maksimal 35 tahun untuk master (S2) dan 45 tahun untuk doktor (S3). Memenuhi kriteria akademik dan lolos seleksi. Tidak ada ikatan dinas tapi harus kembali ke Tanah Air setelah studi selesai,” kata Mendikbud M Nuh saat konferensi pers “Peluncuran Beasiswa Presiden Republik Indonesia” di kantornya Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2014).

Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menyebutkan bahwa akan ada sanksi bagi penerima beasiswa yang tidak kembali ke Indonesia. Ia kemudian menjelaskan bahwa nominal beasiswa yang diterima tiap orang akan berbeda-beda tergantung perguruan tinggi dan lokasi tempat tinggal.

“Tuition fee tergantung dari tiap perguruan tinggi. Living cost berdasarkan negara masing-masing. Dan juga di-cluster berdasarkan kota. Misalkan, kita kelompokkan London dan luar London. Intinya kita sesuaikan agar yang kuliah tidak merasa susah. Full scholarship sampai wisuda, sampai pulang,” ujar Eko.

Selain beasiswa untuk kuliah, ternyata penerima BPRI juga akan mendapatkan keuntungan lain berupa uang dan juga pelatihan sesuai bidang studi. Mahasiswa S2 akan mendapatkan tambahan Rp 50 juta sedangkan yang S3 mendapat Rp 100 juta.

“Itu ada tambahan benefit karena seleksinya susah. BPRI minimal menerima 100 orang dalam setahun. Kalau lebih dari itu asal memenuhi syarat ya bagus. Batas akhir pendaftaran untuk tahun ini adalah 20 April 2014,” jelas Eko.

 

Sumber : Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wlayah XII

%d bloggers like this: