COMMUNICATION FOR BETTER RELATION

stie-ibmt-school-of-management

Senin 20 Februari 2017 di dalam Weekly Coordination STIE IBMT Bp.Imam Wijoyo (Chairman STIE IBMT) menyampaikan tema yang sangat menarik yaitu “Communication for Better Relation” dihadapan Karyawan, Staf dan Dosen STIE IBMT.

Komunikasi menjadi alat yang sangat penting di dalam berelasi. Salah dalam menyampaikan pesan bisa berakibat fatal. Salah menerima pesan juga berakibat kesalah pahaman.
Komunikasi yang benar diharapkan bisa mengatasi ataupun menghindari permasalah yang akan terjadi.

Komunikasi yang tepat dan baik bisa menjadikan relasi antar personal maupun antar departemen menjadi semakin lebih baik lagi.

Bp.Imam Wijoyo dalam Weekly Coordination STIE IBMT dengan tema “Communication for Better Relation” mengharapkan setiap Departemen yang ada bisa memiliki relasi yang baik dan bagaimana berkomunikasi dengan baik dan benar.
Beliau menjelaskan ada 3 tipe yang paling mendasar “Communication for Better Relation” yaitu :

1. Tipe Anak
Dalam berelasi dengan orang lain tipe ini akan melihat suatu permasalahan dari sudut pandang anak yang belum dewasa. Sering kali mereka akan meminta bantuan dan menginginkan orang lain memahami posisi mereka.

2. Tipe Dewasa
Dalam berelasi dengan orang lain tipe ini melihat permasalahan dengan kacamata yang seimbang dan bisa menjadi pihak yang objektif. Sering kali mereka tidak cepat menyalahkan orang lain tetapi belajar mengoreksi diri mereka terlebih dahulu.

3. Tipe Orang Tua
Dalam berelasi dengan orang lain tipe ini melihat permasalahan dengan cara memebri nasihat dan memberi arahan bagaimana menyelesaikannya. Sering kali mereka bertindak seperti orang tua yang memiliki banyak pengalaman dan kadang mereka memaksakan pendapatnya ke tipe yang lain.
Bp.Imam Wijoyo dalam Weekly Coordination STIE IBMT dengan tema “Communication for Better Relation” selanjutnya menjelaskan Transaksi komunikasi yang terjadi diantara 3 tipe tersebut.

1. KOMPLEMENTER
Yaitu suatu transaksi yang mencerminkan adanya keselarasan antar individu yang terlibat pembicaraan.
Dalam melakukan komunikasi dan berelasi terjadi keselarasan baik dari tipe Anak, tipe Dewasa & tipe Orang Tua. Tidak terjadi konflik didalam relasi ketiganya dalam melakukan pembicaraan ataupun relasi.

2. SILANG
Yaitu suatu transaksi yang mencerminkan adanya konflik atau ketidakserasian antar individu dalam suatu pembicaraan.
Setiap tipe akan mengalami konflik didalam melakukan pembicaraan.
Tipe Anak akan mengalami konflik dengan Tipe Dewasa dan Tipe Orang Tua.
Tipe Dewasa akan mengalami konflik dengan Tipe Anak dan Tipe Orang Tua.
Tipe Orang Tua akan mengalami konflik dengan Tipe Anak dan Tipe Dewasa.
Konflik ini akan terlihat secara jelas karena setiap tipe akan melihat relasi dalam sudut pandang mereka sendiri-sendiri (egois).

3. TERSELUBUNG
Yaitu suatu transaksi yang mencerminkan adanya konflik atau ketidakserasian antar individu dalam suatu pembicaraan.
Terjadi konflik antar ketiga jenis tipe (Anak-Dewasa-Orang Tua). Tetapi setiap tipe akan berusaha melihat dari sudut pandang tipe yang lain sehingga mereka berusaha mencari jalan keluar.

Selanjutnya Beliau menjelaskan dalam Weekly Coordination STIE IBMT dengan tema “Communication for Better Relation” tentang Teknik Komunikasi Transaksi. Yaitu :
1. Memulai teknik komunikasi transaksi dari sudut pandang tipe anak terlebih dahulu.
2. Meningkatkan teknik komunikasi transaksi ke tipa Dewasa.
3. Kemudian menggiring atau mengarahkan ke tipe Orang Tua.
4. Selanjutnya teknik komunikasi yang terakhir adalah kembai ke tipa anak.

Demikian Weekly Coordination STIE IBMT dengan tema “Communication for Better Relation” yang disampaikan oleh Bp.Imam Wijoyo (Chairman STIE IBMT).
Kami selaku Karyawan, Staf dan Dosen diharapkan bisa memiliki komunikasi yang lebih baik lagi dalam setiap relasi. Baik relasi antar individu, relasi dengan atasan, relasi antar departeman dan bahkan relasi dengan mahasiswa STIE IBMT.

Blog Attachment

Related Blogs

%d bloggers like this: