Hari Kebangkitan Nasional

HariKebangkitannasional

Hari kebangkitan Nasional adalah periode pada paruh pertama abad ke-20, di mana banyak rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai “orang Indonesia”. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.

Makna Hari Kebangkitan Nasional Menurut Kepala Prodi S1 & Dosen STIE IBMT Pak. Alexander Wirapraja,

Apa itu Kebangkitan Nasional ? masih segar sekali diingatan kita akan peristiwa pengeboman tiga gereja di surabaya karena peristiwa itu persatuan dan kesatuan bangsa ini kembali terusik, perpecahan atas nama Suku, Agama dan Ras atau yang umumnya kita dengar dengan istilah SARA kembali terkuak, hampir setiap media sosial, cetak dan elektronik kembali memberitakan berita ini dengan lebih luas, hal ini kembali membuat kita bertanya tanya sebenarnya adakah rasa nasionalisme diantara kita ? bila ada mengapa sesama bangsa ini sendiri saling menjatuhkan ? tentunya bila kita mencari hubungan sebab akibat tentang hal ini maka tidak akan pernah terjawab dan mungkin kita hanya akan terjebak dalam debat kusir yang tidak perlu dengan orang yang berbeda pemahaman dengan kita.

Berkaca dari pengalaman seperti itu daripada kita mencari siapa yang benar atau siapa yang salah maka akan lebih baik bila dihari Kebangkitan Nasional ini sudah seyogyanya kita mulai berpikir bahwa bagi insan pendidikan untuk memperbaiki dan berbenah untuk menciptakan sistem pendidikan yang baik yang membawa dampak positif pula bagi insan individu yang di didiknya tentunya dalam hal menumbuhkan rasa nasionalisme diatas kepentingan antar golongan.

Bila tidak ingin terjajah dinegeri sendiri maka kita perlu mengingat jasa para pahlawan yang telah berusaha sekerasnya untuk saling menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di Negeri ini, membangun semangat toleransi dan dapat melakukan kerja nyata untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi apalagi diera masyarakat ekonomi ASEAN ini dimana persaingan daya kompetitif antar sumber daya manusia menjadi sangat terbuka, maka kita yakin dapat menerusakan semangat kemerdekaan dan kebebasan itu dengan lebih baik.

Diakhir kata saya tutup renungan singkat ini dengan kutipan oleh mantan presiden RI yaitu bapak B.J. Habibie dari bukunya yang berjudul “Renungan Bacharuddin Jusuf Habibie Membangun Peradaban” yang ditulis oleh Firdaus Syam.

Kebangkitan nasional melahirkan kesadaran yang menjadi mata rantai perjuangan rakyat Indonesia sebagai suatu bangsa, yakni tekad untuk memiliki satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, ini dikenal dengan sumpah pemuda

Semoga Sumber Daya Manusia Indonesia dapat menjadi Insan yang memiliki pengetahuan luas, Berbudi unggul dan Berakhlak mulia.

Related Blogs

%d bloggers like this: