IBMT, Kecil-Kecil Cabe Rawit

Stie-Ibmt-cabe-rawit

SURABAYAPAGI.COM, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE IBMT Surabaya Imam Wijoyo S.E., M.M mengatakan meski kampusnya tergolong Kampus kecil, namun kampusnya itu diibaratkan kecil-keci cabe rawit. Dalam artian kecil namun harus diperhigungkan peranannya.

Dalam acara Wisuda ke-18 di Hotel Harris, Imam menegaskan agar masyarakat untuk tidak meremehkan sesuatu yang terlihat kecil. “IBMT ini kecil tapi perlu diwaspadai. Bukan pembangunan gedung melainkan pembanguman sumberdaya manusia. Meningkatkan kwalitas pendidikan. Saat ini banyak contohnya yang kecil yang bertahan, contohnya usaha-usaha start-up. Misalnya saja Gojek. Karena kebutuhan yang mendasar yang menjadi patokanya maka usahanya dapat berjalan dengan baik. Beda dengan korporasi yang besar semisal Nokia. Karena terlalu besarny, jadi semakin susah bergerak,” jelasnya.

Meski saat ini diakui Imam bahwa di tengah himpitan kompetisi dunia pendidikan yang semakin padat, IBMT tetap bekerja keras. “Salah satu hal yang kita kerjakan adalah meningkatkan kembali perolehan jumlah mahasiswa yang ada yang akan dididik oleh IBMT” jelas Imam.

Peningkatan SDM juga dilakukan untuk dosen-dosen yang ada di IBMT. “Kita sekolahkan beberapa Dosen yang S2 menempuh S3, yang S1 menempuh S2. Beberapa ada yang kita masukkan ke IBMT sendiri dan kita ingin memberikan visi nilai-nilai IBMT. Jadi harapan saya setelah lulus mereka akan mendapatkan visi yang memang kita kerjakan untuk menunjang semuanya,” paparnya.

“Indonesia ini butuh pemimpin yang IBMT. I untuk pemimpin yang penuh Integritas. B pemimpin yang melakukan Breakthrough inovasi. M untuk pemimpin yang Magnificent yang memiliki nilai-nilai keagungan. T pemimpin-pemimpin yang memikirkan orang lain Together. Sehingga dimanapun mereka berkiprah didalam usaha family bisnis mereka ataupun profesi, mereka tetap mengedepankan itu semua,” paparnya.

Imam sendiri selama berkuliah di IBMT hingga menjadi Ketua IBMT dari tahun 2009 mengangap bahswa kebersamaan-lah yang membuat seluruh alumni atau mahasiswa IBMT kompak. “Lingkup kita kan kecil, sehingga kita melakukan kegiatan itu bersama-sama,” paparnya.

Dalam kesempatam itu juga ada Fajar Hutomo selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif Berkaf, yang menjadi salah satu pembicara. Fajar juga menegaskan, yang kecil, apapun itu, dapat berkaca pada kesuksesan start up.

Sumber : SURABAYAPAGI.COM, Minggu,20 Agustus 2017 | 20:58 WIB

Related Blogs

%d bloggers like this: