Kemerdekaan untuk INDONESIA – 17 Agustus 1945

17 Agustus 2018

Cerita
 Naskah Proklamasi Klad

Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Adapun yang merumuskan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo

Para pemuda yang berada di luar meminta supaya teks proklamasi bunyinya keras. Namun Jepang tak mengizinkan. Beberapa kata yang dituntut adalah “penyerahan”, “dikasihkan”, diserahkan”, atau “merebut”. Akhirnya yang dipilih adalah “pemindahan kekuasaan”. Setelah dirumuskan dan dibacakan di rumah orang Jepang, isi proklamasi pun disiarkan di radio Jepang.

Berikut isi proklamasi tersebut:

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 – 8 – ’05
Wakil2 bangsa Indonesia.

Naskah Proklamasi Klad ini ditinggal begitu saja dan bahkan sempat masuk ke tempat sampah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda.
 B.M. Diah menyelamatkan naskah bersejarah ini dari tempat sampah dan menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, hingga diserahkan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha pada 29 Mei 1992.

 

kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah pemberian dari negara penjajah, melainkan hasil usaha para pejuang dengan semangat heroisme dan melalui rintangan-rintangan yang membahayakan demi terlepasnya negara Indonesia dari cengkraman para penjajah.Dengan demikian, selaku warga negara yang baik haruslah mencintai dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang dimedan  perang dengan mempertaruhkan  nyawanya. Rasa nasionalisme dan patriotisme harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Perjuangan para pejuang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia bukanlah hal yang dihadapi dengan kemalasan. Mereka berjuang dengan gigih dan semangat demi terciptanya negara yang merdeka, bebas dan berdaulat. Sehingga sikap inilah yang harus ditiru generasi mendatang demi tetap terjaganya persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Sumber : Wikipedia & Blogspot.com

 

Related Blogs

%d bloggers like this: