Reforming Dignity and Significance

stie-ibmt-school-of-management-leadership-reformingdignity

Weekly Coordination Senin 20 juni 2016 dipimpin langsung oleh Bp. Imam Wijoyo ( Chairman IBMT school of Management ) di ikuti seluruh Dosen, Staff dan Karyawan IBMT School of Management dengan Tema : REFORMING DIGNTY & SIGNIFICANCE ( PARADIGMA TENTANG MARTABAT ) diawali dengan menyanyikan lagu HYMN IBMT. Beliau mengawali dengan menjabarkan tentang HUMAN LIFECYCLE, yaitu bagaimana sebenarnya manusia memiliki kesempatan yang sama selama menjalani siklus hidup manusia ( dari lahir sampai mati ) yang membedakan adalah : mengisi dengan hal2 yang bermakna ataukah menyia-yiakan dengan hal2 yang tidak bermakna.

Seperti ada yang mengatakan bahwa :

  • Kalau masih bayi manusia ibarat Kelinci : sangat lucu dan mengemaskan
  • Kalau mulai besar manusia ibarat tikus : sudah mulai banyak hal yang di kerjakan dan mulai merepotkan.
  • Kalau sudah remaja manusia ibarat kuda liar : yang mulai susah untuk diatur dan dikendalikan tapi memiliki semangat dan kekuatan yang besar.
  • Kalau sudah bekerja dan berumah tangga manusia ibarat Sapi : yang sudah bisa mulai menghasilkan dan bisa berkarya dalam bekerja terus bekerja banting tulang untuk nafkah.
  • Kalau sudah mulai mempunyai anak/cucu manusia ibarat monyet : mereka memperlakukan anak/cucu mereka seperti yang mereka mau ( mereka ke sana kemari mengunjungi cucu, kesana kemari membesarkan anak ).
  • Kalau sudah tua manusia ibarat anjing : sudah tidak banyak aktivitasnya sehingga yang dilakukannya hanya bisa dirumah saja ( menunggu saja ).

Selanjutnya Bapak Imam Wijoyo ( Chairman IBMT School of Management ) dalam Weekly Coordianation dengan Tema : REFORMING DIGNTY & SIGNIFICANCE ( PARADIGMA TENTANG MARTABAT ) menjelaskan tentang PARADIGMA MARTABAT.

  1. MARTABAT ( DIGNITY )
    Setiap manusia seharusnya memiliki pengertian yang benar bahwa manusia diciptakan Tuhan sempurna dan melebihi dari semua ciptaan yang lainnya, sehingga seharusnya manusia berbuat / bertingkah laku mencerminkan ciptaan Tuhan yang bermartabat/ mempunyai harga diri.
  2. MAKNA DIRI ( SIGNIFICANCE )
    Setalah sadar bahwa manusia adalah ciptaan yang paling sempurna maka manusia harus sadar untuk tidak mengisi hidupnya dengan hal2 yang sia-sia /tidak berguna tetapi bisa mengisi hidupnya dengan hal-hal yang berguna sehingga memiliki makna diri atau nilai diri ( untuk kepentingan manusia itu sendiri bahkan lebih tinggi memuliakan Tuhan ).
  3. MENANG ( valuable Person )
    MENANG terhadap hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna inilah yang ingin diraih setiap manusia sehingga menjadi manusia yang berharga. Menjadi manusia yg berharga ( baik dihadapan sesama manusia ataupun dihadapan Tuhan ) merupakan titik akhir pencapaian yang ingin diraih.

Bapak Imam Wijoyo ( Chairman IBMT School of Management ) dalam Weekly Coordianation dengan Tema : REFORMING DIGNTY & SIGNIFICANCE ( PARADIGMA TENTANG MARTABAT ) menjelaskan kerinduan untuk dihargai merupakan tenaga pendorong dibalik keberhasilan seseorang usahawan yang sukses, semangat bersaing seorang atlit, keinginan seorang pejuang untuk menang.

Dorongan dasar ini telah dianalisis & diteliti oleh para cendikiawan, dikupas selapis demi selapis dan diamati dengan cermat, hanya untuk dipuji dan dicela oleh sejumlah orang/dicela oleh orang lain. Sehingga manusia mencoba mencuri Makna Hidupnya dan diganti dengan : STATUS SOSIAL, KEUANGAN & HARTA, MATERI, JABATAN & PROFESI yang tujuannya supaya mendapatkan pujian dari orang lain !! Kerinduan untuk makna diri ini merupakan Obsesi, dan bilamana makna diri ini tidak tercapai, maka manusia bisa merasakan kehampaan ( berharap bisa diisi dan dipuaskan ).

Bapak Imam Wijoyo ( Chairman IBMT School of Management ) dalam Weekly Coordianation dengan Tema : REFORMING DIGNTY & SIGNIFICANCE ( PARADIGMA TENTANG MARTABAT ) menjelaskan kekosongan ini menuntut untuk di puaskan . manusia kemudian bermimpi, berharap, menghayal kejayaan yang pernah dicapai ( menimbulkan kepingan-kepingan keberhasilan dalam ruang tropi jiwa manusia ). Manusia kemudian terjebak dalam “ TRAPPED IN RAT RACE “ yang pada akhirnya membuat manusia menjadi CAPEK, LELAH dan PUTUS ASA. Mengisi kekosongan nilai diri manusia tidak bisa diisi dengan STATUS SOSIAL, KEUANGAN & HARTA, MATERI, JABATAN & PROFESI.
Sebagai akhir Bp.Imam Wijoyo ( Chairman IBMT School of Management ) dalam Weekly Coordianation dengan Tema : REFORMING DIGNTY & SIGNIFICANCE ( PARADIGMA TENTANG MARTABAT ) menjelaskan 5 langkah mengatasi atau mengisi kekosongan nilai diri manusia :

  1. WE ARE PRICELESS
    Manusia dihadapan Tuhan merupakan ciptaan yang sangat berharga. Inilah yang menjadi titik pusat pegangan manusia sehingga manusia menghargai kehidupan ini.
  2. LIVE WITH VALUE & DIGNITY
    Hidupi kehidupan ini dengan hal2 yang bernilai dan bermartabat, jika manusia tidak bisa mengerti/menjalani/melaksanakannya maka kita tidak lebih dari binatang/tumbuhan/ciptaan yang lainnya ( mereka tidak mengerti akan hidup yang bernilai dan bermakna ).
  3. BRING UP YOUR VALUE
    Manusia seharusnya tidak dinilai dari apa yang kelihatan atau apa yang mereka pakai tetapi nilai positif apa yang mereka kerjakan sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. ( sayangnya tidak semua orang melakukan ini dan masih menghargai orang dari apa yang mereka miliki/punya ).
  4. TREAT PEOPLE WITH DIGNITY
    Setiap manusia pasti ingin dihargai sebagai manusia yang sama kedudukannya ( memilik hak & kewajiban yang sama ). Jadi marilah kita mulai memperlakukan sesama kita sebagai manusia yang sederajat dan yang memiliki martabat.
  5. BUILD ATMOSPHERE OF VALUE & DIGNITY
    Mother Teresa pernah menuliskan : “ Even the Rich are hungry for Love, for being Cared for, for being Wanted, for Having someone to call their own.”(ns)

Related Blogs

%d bloggers like this: