SOE HOK GIE (GIE)

stie-ibmt-school-of-management-more-gie

Morning of Reflection (MORE) STIE IBMT – School of Management Jumat 10 februari 2017 membahas tokoh yang terkenal Soe Hok Gie atau yg lebih dikenal GIE.

Mungkin banyak yang tidak tahu siapa Soe Hok Gie ??

Film yang di sutradarai oleh Riri Reza dan di produseri oleh Mira Lesmana (mereka adalah pekerja seni yang dikenal di Indonesia). Bahkan tokoh utama Film Gie ini di perankan dengan sangat baik oleh Nikolas Saputra. Film GIE menjelaskan riwayat Soe Hok Gie atau lebih dikenal GIE.

GIE lahir dan dibesarkan di Jakarta dalam keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya 17 Desember 1942 dan meninggal 16 Desember 1969 diusia yang masih muda 26 tahun (meninggal di gunung Mahameru – karena kecintaannya akan gunung).

Sejak remaja, GIE sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri GIE kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni.

Ketika mahasiswa tumpah ruah ke jalan dengan aksi Tritura tahun 1966, GIE berada di barisan paling depan. Bahkan merupakan salah satu orang yang ikut rebah di depan panser tentara yang sedang bergerak.

Ketika banyak rekan mahasiswa seangkatannya “terbeli” oleh penguasa, ia kirimkan bedak dan gincu kepada rekan-rekannya yang duduk di DPR-GR.

GIE seperti yang diceritakan oleh temannya pernah melihat seseorang yang tengah makan kulit mangga di depan istana (krn miskinnya). GIE memberikan uangnya yang tinggal Rp.2,50 kepada orang itu. Menunjukkan kepeduliannya kepada sesamanya.

Kami peserta MORE merasa tergugah dan salut akan kepribadian GIE. Dia memiliki perasaan iba , cinta kepada sesama dan dia merasa duka terhadap semua penderitaan, ketidakadilan, penyelewengan kebenaran kehidupan.

Mungkin kami tidak bisa memiliki kepribadian yang dimiliki oleh GIE. Kami mungkin tidak berani melawan ketidak benaran, ketidak adilan dan penyelewengan yang terjadi.

Kami juga mungkin belum memiliki perasaan cinta kepada sesama dan peduli kepada mereka, bahkan berbuat secara nyata dengan cara membantu mereka.

Untuk direnungkan :

Kita boleh setiap hari berbicara dan berdoa keras-keras bahwa kita percaya dan mencintai Tuhan.
Orang lain mungkin akan mudah percaya dengan kekhusukan dlm ibadah kita kepada Tuhan.
Tetapi kita sendiri yg tahu dan mampu mengukur dengan tepat apakah kita memang mencintai-NYA, percaya pada-NYA ditengah derasnya pengakuankita tentang Tuhan.

Related Blogs

%d bloggers like this: