TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY

turningobtacles

Setelah libur panjang Lebaran, Senin 18 Juli 2016 kembali Dosen, Staff dan Karyawan IBMT School of Management melaksanakan Weekly Coordination dengan tema “ TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY “ yang di pimpin langsung oleh Bapak Imam Wijoyo ( Chairman IBMT School of Managemant ). Tujuan Weekly Coordination adalah menyamakan agenda kerja setiap minggunya antar divisi – divisi yang ada di lingkup IBMT School of Management ( apa yang harus dikerjakan & apa yang sudah dikerjakan ).

Sebelum memulai Tema “ TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY “ kami menyanyikan lagu Indonesia Raya ( lagu Kebangsaan Indonesia ) untuk mengingatkan kembali kepada Dosen, Staff dan Karyawan IBMT School of Management supaya memiliki semangat cinta kepada bangsa Indonesia dan berkontribusi buat bangsa dan negara Indonesia baik secara langung maupun tidak secara langsung melalui pekerjaan yang dikerjakan.

Bapak Imam Wijoyo mengawali Weekly Coordination dengan tema “ TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY “ mengutip Word of Wisdom dari J.Willard Marriot yaitu : Kayu yang baik tidak tumbuh dengan mudah. semakin kencang anginnya , semakin kuat pohon – pohonnya .
Melalui World of Wisdom ini beliau menjelaskan bahwa kesulitan – kesulitan / halangan – halangan / rintangan – rintangan yang kita hadapi akan membuat kita semakin tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan memiliki semangat pantang menyerah seperti pohon – pohon yang kokoh dan kuat karena memiliki akar yang kuat & dalam. Semakin sering pohon diterpa angin yang kuat maka pohon tersebut akan tumbuh dengan kokoh dan menjadi pohon yang kuat ( contoh pohon kelapa yang ada di tepi laut ).

Menurut Bapak Imam Wijoyo dalam Weekly Coordination dengan tema “ TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY “ di landasioleh 3 Batu Pembangun ; yang diinspirasi oleh teori Adversity Quotient, karya Paul Stoltz.
( AQ merupakan kemampuan seseorang saat menghadapi segala kesulitan. Beberapa orang mencoba untuk tetap bertahan menghadapi kesulitan tersebut, sebagian orang lainnya mudah takluk dan menyerah ).

Menyambung pembahasan sebelum liburan tentang 3 type pendaki yaitu Quitter, Camper & Climber. Yang perlu di miliki pribadi pendaki ( Climber ) yang diambil penelitian – penelitian adalah sebagai berikut :

Psikologi Kognitif

  • Orang yang merespons sebagai sesuatu yang berlangsung lama, memiliki jangkauan jauh, bersifat internal, dan diluar kendali mereka, akan menderita.
  • Sementara orang merespon kesulitan sebagai sesuatu yang pasti akan cepat berlalu, terbatas, eksternal, dan berada dalam kendali mereka, akan berkembang dengan pesat.
  • Respons seseorang terhadap kesulitan mempengaruhi semua segi efektifitas, kinerja dan kesuksesan.
  • Kita merespon kesulitan dengan pola – pola yang konsisten dan dibawah sadar.
  • Jika tidak dihambat, pola – pola ini bersifat tetap seumur hidup seseorang.

Adapun dari 3 batu pembangunan Adversty tersebut, kita mendapatkan beberapa point tentang respon kita terhadap kesulitan, yaitu : Pemberdayaan & ketidak berdayaan yang dipelajari ( Learned Helplessness ), Optimis VS Pesimis

Pesimis

  • Permanen, berasumsi bahwa kesulitan yang dihadapi akan berlangsung selamanya/permanen dan mereka menjadi pesimis akan adanya jalan keluar untuk mengatasi kesulitan tersebut.
  • Meluas, dalam menghadapi kesulitan tersebut akan beranggapan bahwa masalah/kesulitan tersebut akan menyebar/semakin besar dan menimbulkan kesulitan – kesulitan yang lainnya.
  • Pribadi, orang yang pesimis akan cenderung melihat permasalahan yang terjadi di luar diri mereka menjadikan kesulitan secara pribadi/secara personal, dan cenderung ingin dikasihani.
  • Statis/tetap, Mereka akan beranggapan masalah yang terjadi akan berlangsung lama dan tidak akan berubah, sehingga melihat kesulitan tersebut menjadi masalah yang besar karena menganggap kesulitan tersebut tidak berubah dan akan tetap menjadi kesulitan bukan penyelesaian.

Optimis

  • Sementara, Melihat semua permasalahan dan kesulitan yang terjadi bersifat sementara karena akan ada penyelesaian terhadap kesulitan tersebut.
  • Terbatas, Dalam menghadapi kesulitan tersebut akan beranggapan bahwa masalah/kesulitan bersifat terbatas dan tidak akan menyebar menjadi kesulitan besar karena akan menemukan cara menyelesaikan masalah tersebut.
  • Eksternal, Dalam menghadapi masalah tidak akan menggap secara personal/pribadi tapi secara eksternal dan tidak akan berdampak secara psikologi orang tersebut, menjadi orang yang kuat dalam menghadapi masalah.
  • Dinamis, Masalah itu bersifat dinamis karena dapat diupayakan cara menghadapi masalah tersebut dan cara menyelesaikan masalah tersebut.

Neurofisiologi

  • Otak idealnya diperlengkapi untuk membentuk kebiasaan – kebiasaan.
  • Kebiasaan – kebiasaan dapat secara mendadak dihentikan dan diubah.
  • Kebiasaan seseorang dalam merespons kesulitan dapat dihentikan & segera diubah.
  • Jika diganti, kebiasaan – kebiasaan lama akan lenyap, sementara kebiasaan – kebiasaan baru akan berkembang.

Psikoneuroimunologi

  • Ada hubungan langsung antara bagaimana kita merespons kesulitan dengan kesehatan mental & jasmaniah ( fisik ) kita.
  • Pengendalian amat penting bagi kesehatan dan umur panjang.
  • Bagaimana seseorang merespons kesulitan mempengaruhi funsi – fungsi kekebalan, kesembuhan dari operasi, dan kerawanan terhadap penyakit yang mengancam jiwa & nyawa.

Dalam Psikoneuroimunologi beliau menjelaskan lebih lanjut :

  • Ada hubungan secaraa langsung antara bagaimana kita merespons kesulitan dengan kesehatan mental & jasmaniah ( fisik ) kita.
  • Pengendalian amat penting bagi kesehatan dan umur panjang.
  • Bagaimana seseorang merespons kesulitan ( AQ ) mempengaruhi fungsi – fungsi kekebalan, kesembuhan dari operasi, dan kerawanan terhadap penyakit yang mengancam jiwa & nyawa.
  • Pola respons yang lemah terhadap kesulitan dapat menimbulkan depresi.

Dari penjelasan di atas dapat kita ambil konklusi bahwa “ ada hubungan langsung antara & dapat diukur antara apa yang Anda pikirkan & rasakan dengan apa yang terjadi di dalam tubuh Anda “. The Immune Power Personality ( Henry Dreher ) :

  • Yang menakjubkan bagi banyak ahli Imunologi, Pikiran & Perasaan kita ditimbulkan oleh bahan – bahan kimiawi otak yang juga mengatur pertahanan2 tubuh kita.
  • Dengan kata lain, pembawa bahan kimiawi emosi manusiawi kita secara langsung mempengaruhi kesehatan jasmani kita.

 

Sebelum menutup Weekly Coordination dengan tema “ TURNING OBSTACLES INTO OPPORTUNITY “ Bapak imam Wijoyo menyampaikan 6 hal yang dapat dan harus dilakukan oleh Dosen, Staff dan Karyawan IBMT School of Management yaitu :

  1. Understand Your Circle of Control
    Yaitu megetahui apa – apa saja yang bisa kita kontrol dan apa – apa saja yang tidak bisa kita kontrol. Yang bisa kita kontrol maka kita akan kontrol dan coba mencari penyelesaian terhadap masalah tersebut dan yang tidak bisa kita kontrol maka kita serahkan kepada Tuhan untuk memberi kepada kita kekuatan serta jalan keluar dalam menghadapi kesulitan tersebut.
  2. Accept Your Limitation.
    Yaitu mengetahui batas – batas kemampuan kita dalam menghadapi kesulitan dan menerima batas – batas kemampuan kita tersebut, sehingga kita menjadi pribadi yang tidak gampang putus asa dalam menghadapi kesulitan dalam kehidupan.
  3. Empower Yourself
    Yaitu berusaha memberdayakan apa saja yang kita miliki yang pada akhirnya akan menjadi tenaga positif dalam menghadapi kesulitan. Semangat mau belajar dari kesalahan dan kesulitan akan membuat kita menjadi pribadi yang kuat.
  4. Be Optimistic
    Optimize Your.Yaitu selalu optimis dalam menghadapi masalah yang terjadi karena akan ada jalan keluar untuk semua masalah yang terjadi, setelah itu mengoptimalkan setiap potensi yang kita miliki untuk menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi permasalahan.
  5. Build the Climber Mentality
    Yaitu dalam mengahadapi setiap kesulitan/ masalah memiliki jiwa atau mentalitas yang tidak mudah menyerah tapi mentaliotas yang tangguh serta berani menghadapinya setiap kesulitan sampai kesulitan tersebut berakhir.
  6. Enjoy the Adventure
    Inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam menghadapi kesulitan – kesulitan yaitu bisa menikmatinya sebagai pengalaman hidup dan proses kehidupan karena yakin bahwa semua kesulitan akan ada jalan keluarnya dan setiap kesulitan tidak akan berlangsung lama, semua akan berakhir saat jalan keluar sudah ditemukan.

Seperti salah satu Quotes berkata : “ I ASK NOT FOR A LIGHTER BURDEN, BUT FOR BROADER SHOULDERS “.

Related Blogs

%d bloggers like this: