Merdeka Belajar Melalui Kampus Merdeka

banner blog merdeka belajar melalui kampus merdeka

Ada 4 pokok kebijakan merdeka belajar melalui Kampus Merdeka. 3 pokok penting bagi pihak manajemen kampus meliputi; pembukaan program studi, sistem akreditasi perguruan tinggi, dan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Kemudian, 1 pokok penting bagi mahasiswa yakni hak belajar 3 semester di luar program studi.

Arah kebijakan baru pada poin pembukaan prodi baru adalah adanya mitra. Perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan organisasi nirlaba, perusahaan, institusi multilateral ataupun universitas top 100 ranking QS. Perusahaan multinasional yang masuk dalam daftar fortune 500 dapat juga diajak menjadi mitra.

Bahkan perusahaan teknologi global seperti Google, Apple , Intel dan sebagainya dapat diajak mitra. Selain itu perusahaan yang masuk kategori startup teknologi seperti GOJEK pun bisa dijadikan mitra. Selain itu BUMN dan BUMD dapat digandeng oleh Perguruan Tinggi sebagai mitra dalam pendirian Prodi baru.

Pada poin akreditasi lembaga arah kebijakan baru menetapkan bahwa akreditasi Perguruan Tinggi akan diperbaharui secara otomatis. Untuk akreditasi C menuju ke akreditasi B, kampus tetap dipersilahkan untuk mengajukan. Sedangkan akreditasi A akan diberikan jika kampus berhasil mendapatkan akreditasi internasional yang diakui oleh kementerian.

Pada perguruan tinggi dengan bidang kesehatan, akreditasi dapat melalui ACPE, ACAOM, dan AOTA (berdasarkan persetujuan USDE) dan LCME, AMC, LAM-PTKes ( berdasarkan persetujuan WFME). Pada bidang teknik melalui ABET, JABEE, IABEE, ECUK ( berdasarkan persetujuan Washington Accord, Sydney Accord, Dublin Accord). Pada bidang ilmu komputer melalui ABEEK dan ABET (berdasarkan persetujuan Seoul Accord). Sedangkan bidang arsitektur melalui KAAB dan NAAB ( berdasarkan persetujuan Canberra Accord).

Pada bidang selain yang tersebut di atas atau umum dapat merujuk pada FIBAA, A3ES, ACQUIN ( berdasarkan persetujuan EQAR), ACEN, ATMAE, ACPE (berdasarkan persetujuan CHEA), dan NCPA, FHEC, RR ( berdasarkan persetujuan APQR). Selain itu terdapat lembaga internasional yang dapat digunakan seperti HKCAAVQ, HEEACT, TEQSA (Bidang Umum), AACSB, AMBA, EQUIS/EFMD, IACBE, AAPBS, ACBSP (Bidang Bisnis & Manajemen), RSC, RCI, CAEP (Bidang ilmu spesifik lainnya).

Poin ke-3 kita skip dulu, lanjut ke poin 4 yakni belajar 3 semester di luar prodi. Setiap perguruan tinggi wajib memberikan hak mahasiswa secara sukarela. Mereka dapat mengambil atau tidak yakni 2 semester (setara 40 sks) untuk untuk belajar di kampus lain, organisasi, dan perusahaan. Dan ditambah 1 semester (setara 20 sks) di PT lain pada prodi yang berbeda.

Berikut contoh kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal:

KegiatanCatatan
Magang/praktik kerjaWajib dibimbing oleh dosen
Proyek di desaWajib dibimbing oleh dosen & aparatur desa
Mengajar di sekolahWajib dibimbing oleh dosen (difasilitasi kemdikbud)
Pertukaran pelajarWajib dibimbing oleh dosen (nilai & sks disetarakan oleh kampus asal)
Penelitian/risetWajib dibimbing oleh dosen
Kegiatan wirausahaWajib dibimbing oleh dosen
Studi/proyek independenWajib dibimbing oleh dosen
Proyek kemanusiaanWajib dibimbing oleh dosen (mendapat persetujuan rektor/pimpinan kampus)

Penasaran dan ingin mencoba? silahkan akase laman website: http://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id untuk mendapatkan info yang lebih jelas. Pada portal tersebut menjembatani proses internship mahasiswa dengan sekitar 118 BUMN dan perusahaan internasional lainnya. Selain itu, difasilitasi juga proses pertukaran mahasiswa antarperguruan tinggi di Indonesia bahkan PT luar negeri.

Silahkan unduh Buku Panduan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka melalui link berikut.