Surabaya — STIE IBMT Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Pelatihan Penguatan Pemahaman dan Praktik Baik SPMI di Perguruan Tinggi, yang merupakan bagian dari Hibah Program Bantuan Sistem Penjaminan Mutu Internal Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Kegiatan ini diikuti oleh Perwakilan Yayasan, Ketua Perguruan Tinggi, Tim Penjaminan Mutu Internal, dan Perwakilan Dosen dan Tenaga Kependidikan. Kehadiran perwakilan tersebut menegaskan keseriusan para pendidik dalam menjadikan mutu sebagai budaya institusional yang terintegrasi dalam seluruh proses akademik dan tata kelola perguruan tinggi.
SPMI sebagai Instrumen Kunci Tata Kelola Pendidikan Tinggi
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif, dan akuntabel. Melalui program hibah dari Kemendikti Saintek, perguruan tinggi memperoleh dukungan untuk memperkuat tata kelola mutu melalui penyempurnaan dokumen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Pelatihan penguatan SPMI ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, mekanisme, serta praktik terbaik dalam penerapan SPMI. Materi pelatihan mencakup internalisasi siklus PPEPP, penyelarasan dokumen mutu, serta strategi membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Hasil Positif Pelatihan dan Dampak bagi Perguruan Tinggi
Pelatihan penguatan SPMI memberikan sejumlah hasil positif yang signifikan, antara lain:
-
meningkatnya pemahaman peserta terhadap siklus PPEPP secara menyeluruh,
-
meningkatnya kualitas dan konsistensi dokumen SPMI,
-
serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat pematangan sistem penjaminan mutu internal. Penguatan kapasitas institusional ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja akademik dan tata kelola secara berkelanjutan.
Dalam jangka menengah dan panjang, penguatan SPMI melalui pelatihan ini diyakini dapat mendorong terciptanya budaya mutu yang berkesinambungan, meningkatkan daya saing institusi, serta memperkuat posisi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksanaan Hibah dan Diseminasi Program SPMI
Selama kurang lebih empat bulan pelaksanaan program hibah, berbagai kegiatan diseminasi telah dilaksanakan untuk memastikan seluruh unsur institusi memiliki pemahaman yang sama terhadap dokumen dan implementasi SPMI. Program ini juga menekankan pentingnya keselarasan antara penerapan SPMI dengan visi, misi, serta rencana strategis perguruan tinggi agar budaya mutu dapat terinternalisasi secara optimal.
Rangkaian kegiatan hibah ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada pembentukan pola pikir mutu (quality mindset) di seluruh lini organisasi perguruan tinggi.
Peran Strategis Jajaran Pimpinan
Perwakilan jajaran pimpinan tersebut menegaskan bahwa SPMI tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen strategis untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan pendidikan tinggi.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE IBMT Surabaya, Is Fadhillah, S.P., M.Si. “SPMI harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan kampus. Melalui penguatan pemahaman dan implementasi yang konsisten, mutu akademik dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Komitmen STIE IBMT Menuju Budaya Mutu Berkelanjutan
Melalui partisipasi aktif dalam pelatihan dan program hibah SPMI ini, STIE IBMT Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang unggul, transparan, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Kedepan, STIE IBMT Surabaya berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya mutu yang terintegrasi, memperkuat daya saing institusi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.




