selamat-hari-koperasi-indonesia

Selamat Hari Koperasi Indonesia

Leaders Community IBM Class – Professional Class & Magister Management Program STIE IBMT Surabaya, sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional koperasi masih tertinggal dibandingkan soko guru lainnya, yaitu Swasta, BUMN, padahal jika dibandingkan dengan soko goro lainnya tersebut koperasi memiliki peran dan potensi ekonomi yang cukup besar.

Demikian halnya dengan sektor Usaha Kecil Menengah UKM, sebagai unit usaha yang jumlahnya paling besar, dan perannya sering dikaitkan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran, memerangi kemiskinan, dan pemerataan pendapatan, dirasakan belum mampu memenuhi harapan yang diinginkan untuk menjadi salah satu sektor penting dalam penciptaan pasar baru bagi produk – produk unggulan Indonesia, baik dalam maupun luar negeri.

Sejarah Koperasi terbentuk pada saat Asisten Residen E. Sieburgh mendirikan Hulp en Spaarbank atau Bank Bantuan dan Simpanan. Bank tersebut didirikan untuk menolong pegawai pemerintah dan kepala Bumiputera dari cengkraman lintah darat.

Kemudian bank tersebut diperluas fungsinya oleh De Wolff yang kemudian namanya diubah menjadi Puwokertosche Hulp Spaar enLandbouwcredietbank atau Bank Bantuan, Simpanan dan Kredit Usaha Tani Purwokerto. Bank tersebut menjadi bank pertama yang memberikan kredit kepada petani berdasarkan kedermawan. Kemudian bank tersebut juga menjadi contoh dan didirikan bank serupa di wilayah lainnya di pulau Jawa dan Madura.

De Wolff sempat mengambil cuti dan pulang ke Eropa. Disana dia mempelajari cara kerja bank rakyat di Jerman. Sepulangnya dia kembali ke Purwokerto dia langusung menerapkan ilmu -ilmu yang didapatnya dan yakin koperasi akan sukses diterapkan di desa-desa yang ada di pulau Jawa. “Di desa-desa di Pulau Jawa amat mudah mendirikan koperasi, lebih mudah dari di Flammersfeld. Sebab di Flammersfeld kaum tani yang miskin itu dididik mempunyai anggapan bahwa tiap-tiap orang mesti mengurus diri sendiri dan Tuhan yang mengurus orang semua,” kata De wolff dilansir dari buku Sepuluh Tahun Koperasi (1930-1940).

Sementara berdasarkan sumber lainnya, pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R Aria Wiriatmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Dirinya terdorong untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Cita-cita tersebut kemudian diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode.

STIE IBMT Surabaya berpendapat Koperasi sekarang sudah semakin berkembang bukan hanya sebagai alat perjuangan membebaskan rakyat dari penderitaan, namun menjadi alat bantu pembangunan dan perkembangan perekonomian Indonesia yang semakin pesat. Dengan di dasari asas kekeluargaan Koperasi telah memperbaiki taraf hidup bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sektor koperasi dan UKM di tanah air, melalui pemberdayaan potensi dan peluang bisnis sekaligus mencari solusi atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi, seperti permodalan, Sumber Daya Manusia, Teknologi, pemasaran dan lain sebagainya.

Diambil dr beberapa sumber.